Selasa, 26 Maret 2013

Psikopat


http://4.bp.blogspot.com/_wFr-HuwjibA/TC0LvjmaPAI/AAAAAAAAF3w/3WtZbHp7hDg/s400/2709287689_b7966aea00.jpgDOKTOR John Clarke, doktor di bidang psikologi dari University of Sydney, Australia, yang bertahun-tahun menjadi psikolog kriminal,

mengingat hari di saat dia seketika itu sadar bahwa mungkin ada sejumlah psikopat di jutaan kantor di seluruh dunia. “Saya sedang menyampaikan kuliah psikologi kejahatan dan memberikan daftar ciri psikopat. Setelah selesai, seorang perempuan menghampiri dan berkata “Anda baru saja menggambarkan bos saya,” katanya kepada kantor berita Jerman (DPA).
 










Clarke juga penulis buku The Pocket Pscyho yang berisikan panduan singkat bagaimana melindungi diri dari psikopat organisasional menyatakan bahwa psikopat tidak hanya ada di penjara, di ruang sidang pengadilan, atau pada kisah thriller. Psikopat, baik laki-laki maupun perempuan, sedang berencana licik di tempat kerja, di seluruh dunia. Penelitian menyatakan bahwa satu persen populasi orang dewasa yang bekerja adalah psikopat di tempat kenanya. Psikopat seperti itu ada di kantor besar maupun kecil, dia ada di ruang rapat dewan maupun di lantai-lantai toko.
 

Para psikopat bersembunyi melalui berbohong, mencurangi, mencuri, , dan menghancurkan rekan kerja. Semuanya dilakukan tanpa rasa bersalah maupun penyesalan. Lebih dalam lagi, ia menilai, mereka yang disebut organisasional psikopat, berkembang pesat di dunia bisnis, karena kezaliman dan nafsu mereka tidak saja mereka salah artikan sebagai ambisi dan keterampilan memimpin, namun juga sebagai sesuatu yang dihargai melalui promosi, bonus, dan kenaikan upah.
 

Psikopat tempat kerja akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kekuasaan, status, dan upah yang mereka inginkan. “Mereka berpikir layaknya psikopat kriminal. memanipulasi, mengorbankan Mereka berusaha sekeras- kerasnya demi mereka sendiri. Perbedaan keduanya adalah, psikopat kriminal menghancurkan korban secara fisik, sedangkan psikopat tempat kerja menghancurkan korbannya secara psikologis,” ujarnya.
 

Berikut ini beberapa ciri yang mungkin dapat menjadi isyarat adanya gangguan kepribadian psikopat :
 

1. Pada awalnya menampilkan sikap yang menarik, cenderung dibuat-buat, memesona, dan menebarkan sikap hangat. Inilah yang membuat orang mudah memercayainya, dan dengan kepercayaan itu mereka mencelakai atau menipu korbannya.
 

2. Beranggapan dirinya yang paling penting dan harus diistimewakan, semuanya berpusat pada dirinya, pokoknya untuk saya, pokoknya milik saya, pokoknya saya dan saya.
 

3. Sering memperlihatkan perlakuan yang impulsif (meledak-ledak), sulit menunda dan mengendalikan emosi. Kalau punya keinginan harus sekarang, kalau tidak akan marah atau mengamuk.
 

4. Hubungan pertemanan atau hubungan sosial yang singkat, sering ganti-ganti pasangan asmara atau ganti-ganti pekerjaan.
 

5. Sering berbohong, menipu, dan mengkhianati.
 

6. Kurang tanggung jawab atas perbuatannya, berani mengambil keputusan berisiko dan tidak dapat belajar dari pengalaman, selalu diulang terus, meskipun telah diberi hukuman atau peringatan.
 

7. Kurang mampu merasakan perasaan orang lain, tidak peduli orang lain menderita.
 

8.Cenderung menyalahkan orang lain untuk apa yang telah dilakukannya.










Bagaimana Mengenali Ciri Orang Psikopat?

Jakarta, Ada anggapan bahwa lahirnya seorang psikopat berkaitan dengan temperamen masa kecil si anak terutama sifat anak yang terlalu berani dan tidak punya rasa takut.

Tapi ternyata gejala psikopat bukan hanya dari gangguan temperamen tapi lebih karena fungsi kognitif di otaknya yang tidak bisa memproses isyarat tertentu.

Penelitian baru yang dilakukan menunjukkan bahwa akar dari gangguan tersebut dapat berasal dari dalam pikiran bawah sadar.

Seperti dilansir dalam TheHuffingtonPost, Minggu (18/9/2011) para peneliti Patrick Sylvers dari University of Washington dan Patricia Brennan serta Scott Lilienfeld dari Emory, menemukan psikopat mungkin terjadi karena otak kurang dapat melakukan 'pemrosesan preattentive'.

Secara teoritis, jika anak-anak tidak memiliki ini dalam proses berpikirnya, mereka tidak akan pernah belajar memecahkan kode tanda-tanda bahaya. Rasa tak kenal takut ini akan berkembang dan akibatnya, si anak akan tumbuh dewasa dengan kegagalan bersosialisasi yang menggunakan hati nurani.

Untuk teori tersebut ilmuwan melakukan pengujian terhadap 88 anak laki-laki berusia 7 hingga 11 tahun yang pernah bermasalah di sekolah maupun di rumah. Anak-anak ini dipilih berdasarkan ciri-ciri yang disebut 'callous unemotionality' atau tak punya perasaan emosional.

Ciri-ciri ini termasuk mengabaikan kebutuhan orang lain, kurangnya rasa penyesalan dan empati, mirip dengan ciri-ciri gangguan pada orang dewasa. Peneliti lalu menguji impulsifitas dan gangguan perilaku yang sesuai dengan tanda-tanda narsisme seperti banyak membual, yang juga terlihat pada kebanyakan psikopat dewasa.

Setelah pemeriksaan ini, para ilmuwan memberikan anak laki-laki tes visual untuk mengukur proses emosional sadarnya. Peneliti ingin melihat apakah subjek lebih lambat menyadari wajah-wajah menakutkan yang melintas cepat sehingga tidak terekam oleh pikiran sadar, dibandingkan dengan anak laki-laki normal pada usia yang sama.

Jika hasilnya ya, maka ini akan menjadi bukti bahwa anak-anak yang bermasalah itu tidak memproses isyarat mengancam dalam pikirannya. Para peneliti juga menunjukkan wajah bahagia, jijik dan netral sebagai perbandingan.

Hasilnya, menunjukkan bahwa anak-anak dengan ciri-ciri psikopat memiliki kekurangan dalam pemrosesan kognitifnya untuk menyadari isyarat tertentu, terutama isyarat ketakutan dan isyarat jijik.

Temuan yang dimuat online dalam jurnal Psychological Science ini menunjukkan bahwa anak-anak yang bermasalah memiliki gangguan dalam mengenali segala jenis bahaya sosial dengan cepat.

Ada bukti yang mendukung gagasan ini bahwa psikopat sangat sulit mempelajari rasa sakit, belajar menghindari sengatan listrik dan suara keras dan kemampuan mengenali wajah orang ketakutan.
Mungkin yang paling utama, psikopat tidak mempunyai rasa takut dihukum, sehingga sangat sulit bagi orangtua atau orang lain untuk mengajarinya hal-hal yang benar dan salah.
Pada teori yang disebut 'hipotesis keberanian para ahli masih menyisakan beberapa pertanyaan. Para ahli berpendapat kemungkinan masalahnya lebih mendasar yakni neurologis (saraf otak). Psikopat tidak responsif terhadap isyarat yang membangkitkan rasa takut.

Menurut teori ini, psikopat tampaknya tak punya rasa takut karena mereka tidak menaruh perhatian pada hal-hal yang biasanya membuat orang takut. Teori ini menekankan pentingnya intervensi klinis agar anak-anak berlatih memperhatikan isyarat emosional di sekitar mereka secara sadar.
Asal tahu saja banyak sekali orang yang mengalami gangguan jiwa psikopat yang tidak terdeteksi karena umumnya berperilaku seperti orang normal biasa. Seorang psikopat bisa begitu misterius dan sulit ditebak.

Perilaku psikopat kadang cukup menawan, bahkan sopan dan jarang bersikap emosional. Meskipun melakukan kejahatan brutal psikopat sama sekali tidak menunjukkan empati atau hati nurani yang bersalah.
Itulah yang membuat psikopat begitu misterius dan sulit dipahami yakni kurang memiliki perasaan seperti halnya manusia yang normal.










Otak Psikopat Ada Lubangnya
img
(Foto: tribuneindia)
Jakarta, Masyarakat mengenal psikopat sebagai orang sadis yang suka membunuh atau menculik dan memiliki kelakuan yang aneh. Ternyata hal ini berhubungan dengan sesuatu yang salah dibagian otaknya yang ternyata berlubang.

Padahal otak itu yang bekerja untuk emosi dan yang menangani rangsangan serta membuat keputusan. Dalam studi mengenai psikopat yang dihubungkan dengan pembunuhan, penculikan, kekerasan, dan masa hukuman yang salah, peneliti dari Inggris menemukan bahwa jalur yang menghubungkan dua daerah otak yang penting tersebut memiliki lubang atau jalur yang terputus, sedangkan pada orang yang tidak psikopat bentuknya sempurna.

"Penelitian yang lebih terbuka akan memungkinkan dalam perkembangan perawatan untuk psikopat yang bisa berbahaya di masa mendatang," ujar Dr Michael Craig dari Institute of Psychiatry di London's King's College Hospital, seperti dikutip dari Reuters, Senin (10/8/2009).

Dr. Michael mengatakan pertanyaan yang paling menarik sekarang adalah kapan lubang dalam otak tersebut terbentuk, apakah sejak lahir, pada awal pertumbuhan, atau akibat dari sesuatu yang terjadi dengan otaknya. Psikopat yang ekstrim telah digambarkan dalam beberapa film sebagai karakter yang suka membunuh, kanibal, kekerasan sosial, suka memanipulasi, mencari sensasi dan tidak ada rasa empati atau penyesalan.

Michael Craig dan dengan rekannya Declan Murphy dan Dr. Marco Catani telah mempublikasikan penelitiannya dalam jurnal Molecular Psychiatry. Jumlah otak yang bisa dianalisa hanya sedikit yaitu 9 orang psikopat dan 9 orang yang tidak psikopat.

"Bukan pekerjaan yang mudah untuk mendapatkan orang dengan tipe tersebut, dan dengan semua keamanan yang dibutuhkan untuk mendapatkan scan otak orang tersebut," ujarnya.

Penelitian ini menggunakan teknologi baru untuk menganalisa otak psikopat setelah sebelumnya penelitian menemukan amygdala (bagian dari otak), dimana proses emosi dan bagian kulit luar yang mengatur rangsangan dan pengambilan keputusan, yang secara struktural berbeda dengan otak orang yang tidak psikopat.

Dengan teknik terbaru yang disebut dengan Diffusion Tensor Magnetic Resonance Imaging (DT-MRI), peneliti bisa melihat masalah dasar dari sistem yang menghubungkan dua daerah kunci tersebut






















Pernahkah Anda bertemu atau kenal dengan seseorang yang memiliki KEPRIBADIAN GANDA atau PSIKOPAT? Saya pernah kenal dengan seseorang yang memiliki kepribadian ganda. Namun, tidak etis dan sangat melanggar kode etik jika saya ‘membongkar’ identitas dari seseorang tersebut. Duh…, serius dan sangat menegangkan sekali nih sepertinya yah…xixixi
http://kikidewee10.files.wordpress.com/2010/03/thumb.jpg

By the way, apakah Anda mengerti apa yang dimaksud dengan kepribadian ganda? Secara eksplisit, kepribadian ganda adalah pemecahan kepribadian atau biasa disebut dengan alter ego, merupakan suatu keadaan di mana kepribadian individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain. Dan kepribadian itu biasanya merupakan ekspresi dari kepribadian utama yang muncul karena pribadi utama tidak dapat mewujudkan hal yang ingin dilakukannya.
Dalam bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan bahwa ada satu orang yang memiliki pribadi lebih dari satu atau memiliki dua pribadi sekaligus. Yang menyeramkan terkadang si penderita tidak tau bahwa ia memiliki kepribadian ganda. Dua pribadi yang ada dalam satu tubuh ini juga tidak saling mengenal dan lebih menyeramkan lagi adalah kadang-kadang dua pribadi ini saling bertolak belakang sifatnya. Wewww…
Sebab itulah mari kita introspeksi diri sama-sama, apakah tanpa kita sadari, diri kita berpotensi memiliki kepribadian ganda ? Jangan sampai orang-orang yang ada di sekitar kita merasa dirugikan karena kepribadian yang membahayakan ini.
Umumnya, kepribadian ganda terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor penyebab. Yang saya tau adalah disebabkan karena berasal dari keluarga yang *maaf* broken home, mendapat perlakuan kasar di masa kecil [pelecehan seksual, kekerasan fisik, dll].

Seseorang yang memiliki kepribadian ganda, jika dilihat dan diperhatikan, kita tidak bisa langsung menebak apakah seseorang tersebut memiliki kepribadian ganda atau tidak. Sebab penampilannya tampak seperti orang-orang yang normal dan tidak sinting tentunya. Dalam hubungan sosial juga demikian. Tidak ada sama sekali keanehan yang diperlihatkan. Malah biasanya seseorang dengan kepribadian ganda, sangat baik dan ramah sekali terhadap siapa pun lawan bicaranya. Dengan catatan bahwa tetap terjadi hubungan komunikasi yang sehat. Sebab seseorang yang memiliki kepribadian ganda, selalunya ingin menang dalam perdebatan dan tidak peduli dengan siapa Ia berbicara. Pendapat orang yang memiliki kepribadian ganda, selalu merasa bahwa pendapatnyalah yang paling benar dan tidak boleh dibantah. Jika dibantah dan didebat terus-menerus, Ia akan berubah menjadi Srigala atau Macan Tutul yang siap menerkam…wkwkwkkwkk… Kedengarannya memang absurd sekali yaaa…

Jika Anda saat ini merasa sedang dekat dengan seseorang yang memiliki ciri-ciri tersebut di atas, maka ada baiknya agar Anda berhati-hati. Jangan sampai Anda menjadi korban seseorang yang memiliki kepribadian ganda. Namun, jika Anda benar-benar peduli terhadap seseorang yang memiliki kepribadian ganda tersebut, pelan-pelan namun pasti, berusahalah untuk membujuknya supaya ‘membereskan’ permasalahannya ke Psikiater. Meski ini bukan pekerjaan mudah sebab seseorang yang memiliki kepribadian ganda, tidak pernah merasa kalau dirinya sakit! kitty3
Kemudian bagaimana pula seseorang yang dikatakan PSIKOPAT? Gejalanya adalah sebagai berikut;
= Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.
= Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
= Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
= Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.
= Sikap antisosial di usia dewasa.
= Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.
= Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
= Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.
= Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
= Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh.
Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar [bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin"].
= Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar