SISTEM ANALOG
Analog merupakan bentuk
komunikasi elektromagnetik yang merupakan proses pengiriman sinyal pada
gelombang elektromagnetik dan bersifat variabel yang berurutan. Jadi sistem
analog merupakan suatu bentuk sistem komunikasi elektromagnetik yang menggantungkan
proses pengiriman sinyalnya pada gelombang elektromagnetik. Dua
parameter/karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah
amplitude dan frekuensi. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk
gelombang sinus memiliki tiga variabel dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan
phase.
- Amplitudo merupakan
ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
- Frekuensi adalah jumlah
gelombang sinyal analog dalam satuan detik.
- Phase adalah besar sudut
dari sinyal analog pada saat tertentu.
Kecepatan gelombang ini
disebut dengan Hertz (Hz) yang diukur dalam satuan detik. Misal dalam satu
detik gelombang dikirim sebanyak 1000, maka disebut dengan 1000 Hertz.
Kekurangan sistem analog ini adalah pengiriman sinyal agak lambat dan sering
terjadi error dan tidak bisa mengukur sesuatu dengan cukup teliti. Karena hal
ini disebabkan kemampuan mereka untuk secara konsisten terus – menerus merekam
perubahan yang terus menerus terjadi, dalam setiap pengukuran yang dilakukan
oleh sistem analog ini selalu ada peluang keragu – raguan akan hasil yang
dicapai, dalam sebuah sistem yang membutuhkan ketepatan kordinasi dan ketepatan
angka – angka yang benar dan pas, kesalahan kecil akibat kesalahan menghitung
akan berdampak besar dalam hasil akhirnya. System ini butuh ketepatan dan
ketelitian yang akurat, salah satu bentuknya adalah otak kita. Hal-hal seperti
ini tidak terjadi pada sistem digital. Oleh karenanya saat ini banyak peralatan
maupun aplikasi yang beralih dari sistem analog menjadi sistem digital.
Aplikasi dari system analog
bisa ditemukan pada telepon yang berbasis analog, telepon yang pada awalnya
ditemukan pada tahun 1876, diniatkan sebagai media untuk mengirimkan suara, dan
salah satu untuk mengirimkan suara, dan salah satu penerapan konsep analog.
Sampai pada tahun 1960-an, penerapan analog ini masih tetap bertahan. Setelah
itu mulai mengarah kepada teknologi digital.
Begitu juga dengan televisi
analog adalah televisi yang menerjemahkan sinyal menggunakan gelombang radio.
Pemancar televisi mengirimkan gambar dan suara melalui gelombang radio,
diterima oleh antena di rumah dan diterjemahkan menjadi gambar yang kita
tonton.
SISTEM DIGITAL
Digital merupakan sebuah
teknologi yang mengubah sinyal menjadi sebuah kombinasi urutan bilangan 0 dan 1
untuk proses informasi yang mudah, cepat, dan akurat. Sinyal tersebut dinamakan
sebagai ‘bit’. Penggunaan sistem digital ini sekarang telah banyak menggantikan
pemakaian sistem analog. Signal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang
unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog yaitu :
- Mampu mengirimkan
informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim
dengan kecepatan tinggi.
- Penggunaan yang berulang
– ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informsi
itu sendiri.
- Informasi dapat dengan
mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.
- Dapat memproses informasi
dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimnya secara interaktif.
Aplikasi dari sistem ini
adalah sebagai berikut:
Komputer
komputer mengolah data yang
ada adalah secara digital, melalui sinyal listrik yang diterimanya atau
dikirimkannya. Pada prinsipnya, komputer hanya mengenal dua arus, yaitu on dan
off, atau istilah dalam angkanya sering juga dikenal dengan 1 (satu) atau 0
(nol). Kombinasi dari arus on atau off inilah yang mampu membuat komputer
melakukan banyak hal, baik dalam mengenal huruf, gambar, suara, bahkan film –
film yang menarik yang akan kita tonton dalam format digital.
Televisi digital
televisi digital adalah
standar baru transmisi gambar dan suara untuk menggantikan sistem analog yang
ada sekarang. Selain keunggulan kualitas gambar/suara, televisi digital juga
menjanjikan penghematan yang luar biasa dalam hal lebar bandwidth sinyal siaran,
krisis keterbatasan alokasi frekuensi akan hilang sehingga akan lebih banyak
channel yang bisa ditawarkan ke pemirsa. Tidak hanya itu, stasiun pemancar atau
stasiun televisi juga bisa menggunakan beberapa sinyal dalam satu lebar
gelombang yang sama, memungkinkan untuk melakukan siaran atau menambahkan isi
atau informasi tambahan dalam sinyal televisi digital. Untuk yang memanfaatkan
televisi kabel/satelit, bisa memanfaatkannya untuk melihat jadwal atau
informasi tambahan dalam bentuk teks dalam sebuah program/channel tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar